Dalam dunia konstruksi, penggunaan scaffolding atau perancah merupakan bagian penting untuk menunjang pekerjaan di ketinggian. Baik pada proyek pembangunan rumah tinggal maupun gedung bertingkat, scaffolding berfungsi sebagai struktur penopang sementara yang memudahkan pekerja dalam melakukan pemasangan, pengecoran, pengecatan, hingga perawatan bangunan. Karena perannya sangat vital, pemilihan scaffolding yang aman dan efisien menjadi hal yang wajib diperhatikan agar pekerjaan berjalan lancar sekaligus mengurangi risiko kecelakaan kerja.
Langkah pertama dalam memilih scaffolding adalah memastikan produk yang digunakan memenuhi standar keamanan yang berlaku, seperti standar SNI atau standar internasional lainnya. Scaffolding yang sesuai standar biasanya telah melalui uji kekuatan material, desain, dan daya tahan beban. Hal ini penting agar peralatan benar-benar dapat menopang beban pekerja, material, maupun alat kerja dengan aman.
Ada berbagai jenis scaffolding yang tersedia, seperti scaffolding frame, scaffolding ringlock, maupun scaffolding modular. Untuk pembangunan rumah, biasanya digunakan scaffolding sederhana dengan ketinggian terbatas. Sementara itu, untuk proyek gedung bertingkat, scaffolding modular atau ringlock lebih sering dipilih karena fleksibel, mudah dirakit, dan mampu menjangkau ketinggian yang lebih besar. Pemilihan jenis scaffolding yang tepat akan meningkatkan efisiensi kerja sekaligus menghemat biaya.
Kekuatan scaffolding sangat bergantung pada material yang digunakan. Scaffolding baja umumnya lebih kokoh dan tahan lama dibandingkan material lain, sehingga menjadi pilihan utama untuk proyek besar. Pastikan permukaan material dilapisi anti karat agar scaffolding tetap awet meskipun digunakan berulang kali. Untuk penggunaan skala kecil, scaffolding aluminium juga bisa dipilih karena lebih ringan dan mudah dipindahkan.
Meski scaffolding yang digunakan berkualitas baik, pemeriksaan rutin sebelum pemasangan tetap wajib dilakukan. Pastikan tidak ada bagian yang bengkok, retak, atau aus, terutama pada sambungan dan pengunci. Scaffolding yang rusak dapat menurunkan stabilitas struktur dan berpotensi menyebabkan kecelakaan. Lakukan inspeksi menyeluruh setiap kali scaffolding akan digunakan, baik untuk proyek rumah maupun proyek gedung.
Efisiensi waktu menjadi faktor penting dalam sebuah proyek. Scaffolding yang mudah dirakit dan dibongkar akan mempercepat proses kerja sekaligus mengurangi biaya tenaga kerja. Selain itu, sistem penguncian yang praktis namun tetap aman akan meminimalisir kesalahan saat pemasangan. Pastikan pekerja yang merakit scaffolding sudah berpengalaman dan memahami prosedur standar.
Keselamatan adalah prioritas utama dalam penggunaan scaffolding. Pastikan peralatan dilengkapi dengan pelindung seperti guardrail, toe board, serta akses tangga yang memadai. Selain itu, perhatikan juga kondisi permukaan tanah atau lantai tempat scaffolding dipasang. Permukaan harus rata dan kuat agar scaffolding berdiri kokoh. Untuk proyek di gedung bertingkat, penggunaan sistem pengaman tambahan seperti harness sangat dianjurkan.
Jika tidak memiliki scaffolding sendiri, memilih penyedia scaffolding yang terpercaya merupakan langkah bijak. Penyedia profesional biasanya menawarkan produk yang berkualitas, terawat, serta memberikan layanan pendukung seperti konsultasi kebutuhan scaffolding sesuai skala proyek. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan solusi yang aman, efisien, dan hemat biaya.